Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari masyarakat, sponsor, donatur, hingga pengelola bianglala yang turut menyukseskan kegiatan.
“Alhamdulillah, acara ini bisa terselenggara dengan baik berkat dukungan banyak pihak. Berbagi itu bukan soal besar kecilnya, tapi ketulusan hati. Sekecil apapun kebaikan kita, bisa jadi harapan besar bagi mereka,” ungkap Jeje.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembacaan doa bersama, tausyiah agama, dan lantunan shalawat dari grup Hadroh “Nurul Muhibbin” asal Dusun Burak, Desa Bukit Terap. Nuansa religius dan penuh kehangatan begitu terasa sepanjang acara.
Warga yang hadir pun tampak antusias. Banyak di antara mereka mengapresiasi kegiatan sosial ini yang dinilai membawa suasana religius sekaligus mempererat kebersamaan antar warga.
Mereka berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin dalam menyambut hari-hari besar keagamaan di Bangka Selatan.
“Kegiatan ini luar biasa. Selain menyentuh hati, juga mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap anak-anak yatim. Semoga bisa rutin dilakukan setiap tahun,” ungkap Fitri, warga Kecamatan Toboali. (*)

















