BNPB memastikan pembangunan dapat dipercepat dengan melibatkan Satgas TNI–Polri, seperti yang pernah dilakukan di Lewotobi.
“Satgas Kodam IX/Udayana memindahkan 8.000 KK dan semuanya masuk ke huntara dalam enam bulan, Pak Presiden,” ujar Suharyanto.
Prabowo langsung menginstruksikan percepatan.
“Kalau bisa lebih cepat ya? Kalau bisa lebih cepat dari 6 bulan ya?” ujarnya.
BNPB menyatakan kesiapannya. “Siap, Pak Presiden. Lebih cepat.”
Selain model rumah keluarga, terdapat opsi huntara barak bila lahan sangat terbatas.
Jika lahan memadai, satu keluarga akan dialokasikan lahan 8×10 meter sehingga memudahkan integrasi dengan pembangunan huntap di tahap selanjutnya.
Menutup pembahasan, Prabowo menegaskan kembali agar seluruh kementerian dan lembaga mempercepat penyediaan lahan.
Ia juga membuka kemungkinan penggunaan desain fabrikasi bertingkat bila kondisi membutuhkan efisiensi ruang.
“Lahan harus ada,” tegas Presiden.
Herman Yakub.
















