Ratusan Rumah dan Persil di Kecamatan Toboali Bakal Digusur, Ini Penyebabnya

Sekilasindonews.com, BASEL – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam waktu dekat bakal melakukan pelebaran jalan dari mulai simpang nanas hingga simpang 3 Polres Basel Desa Gadung, Kecamatan Toboali.

Akibat dari pelebaran jalan tersebut, di perkirakan ratusan rumah dan sebidang tanah milik warga di wilayah tersebut bakal digusur.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Basel Menson mengatakan, rumah dan sebidang tanah yang terkena imbas diperkirakan sekitar 600 Persil dan rumah.

Saat ini ratusan rumah dan persil tersebut sudah dilakukan pendataan oleh tim Appraisal. Pelebaran jalan yang dimulai dari simpang nanas hingga simpang tiga Polres Bangka Selatan, Desa Gadung, panjangnya diperkirakan empat kilo meter.

“Kami bersama tim sudah melakukan sosialisasi kepada warga, yang mana pada nantinya rumah yang terdampak pelebaran tersebut bakal mendapatkan ganti rugi. Kemudian tahap selanjutnya adalah pemberkasan,” kata Menson, kepada wartawan pada saat melakukan pengukuran jalan di Desa Gadung, Rabu (11/10/2023).

“Tadi sudah kita lakukan pengukuran, diperkirakan empat kilo meter mulai dari Tugu Nanas sampai simpang 3 Polres Basel,” kata Menson.

Dijelaskan Menson, pembebasan lahan ini nantinya akan dilakukan secara bertahap, lantaran pembebasan lahan akan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bangka Selatan.

Sedangkan pengerjaan fisik jalan akan menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, setelah dilakukan pelebaran jalan, lebar ruas jalan nasional nantinya akan mencapai 25 meter, Sedangkan saat ini lebar jalan baru mencapai 14 meter. Ditambah bahu jalan bagian kanan dan kiri masing-masing 2,5 meter sehingga jika ditotalkan lebarnya mencapai 19 meter.

Pelebaran ini tujuannya agar penataan kota menjadi lebih baik, sekaligus mengurangi kemacetan. Mengingat saat ini ekonomi masyarakat mulai merangkak naik.

“Kita mulai melakukan pelebaran jalan yang ditargetkan pada tahun 2023 ini, tetapi secara bertahap dengan menyesuaikan dengan anggaran APBD,” ujar Menson. (Riki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *