Sukadamai Berdarah, Adam Sabet Jumar Pakai Parang hingga Kaki Kiri Patah

SN.COM|TOBOALI – Wilayah Sukadamai Payak Ubi, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan kembali berdarah. Pasalnya, seorang pria bernama Adam (43) melakukan tindak kekerasan terhadap korban Jumar dengan sebilah parang.

Akibat peristiwa itu, Jumar mengalami luka yang cukup serius di bagian jari tangan kelingking sebelah kiri, luka dibagian kepala, bengkak di bagian dada serta bagian kaki sebelah kiri patah akibat dihantam benda tajam.

“Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/1/2024) kemarin, tepatnya di sebuah Ponton TI PIP yang berada di Jalan Damai, Toboali. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka yang cukup serius hingga harus dilarikan ke RSUD Basel,” kata Kapolres Bangka Selatan, AKBP Trihanto Nugroho melalui Kasat Reskrim, AKP Tiyan Talingga, Minggu (21/1/2024) malam.

Tiyan menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kondisi korban sudah tergeletak bersimbah darah di tempat kejadian perkara.

Melihat kondisi korban yang bersimbah darah, warga sekitar langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Bangka Selatan.

“Kami mendapat informasi dari warga sekitar bahwa telah terjadi penganiayaan, lalu anggota Sat Reskrim Polres Basel langsung menuju ke lokasi kejadian dan mendapati korban sudah tegeletak di TKP dalam keadaan terluka dan sedang dibantu oleh warga sekitar untuk dibawa ke RSUD Basel,” jelas Tiyan.

Setelah mengetahui hal itu, lanjut Tiyan, Personil Sat Reskrim melakukan penyelidikan. Dari informasi yang didapat bahwa pelaku penganiayaan itu Adam Malik.

Berbekal informasi tersebut, anggota melakukan pencarian terhadap pelaku dan pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti sebilah parang.

Dari Keterangan pelaku bahwa selama ini, dirinya sering kehilangan alat alat TI. Ia menduga bahwa pelaku pencurian tersebut dilakukan oleh korban.

Namun dari informasi yang didapat di TKP dan masyarakat sekitar, korban memang sering menumpang tidur kepada masyarakat di Ponton-ponton TI yang berada di pinggir pantai, namun masyarakat tidak pernah melihat korban melakukan pencurian.

“Atas kejadian tersebut, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Basel guna penyidikan lebih lanjut. Pelaku diancam dengan Pasal 351 ayat (2) KUHPidana, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun,” pungkasnya.