Ia juga menyarankan agar toko ritel menyediakan alternatif ramah lingkungan, seperti tote bag berbayar, bagi konsumen yang tidak membawa tas belanja.
“Kami minta pihak toko tidak hanya tidak menyediakan kantong plastik, tetapi juga menjelaskan kepada konsumen. Dorong masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri,” katanya.
Tak hanya menyasar ritel modern, kebijakan ini juga akan diterapkan secara menyeluruh, termasuk di pasar tradisional dan toko UMKM.
Salah satu contoh yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan ini adalah toko oleh-oleh Toboaley Corner, yang kini beralih menggunakan tas berbahan kain untuk melayani pembeli.
Debby juga mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan dalam berbelanja.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai, membawa tote bag sendiri, serta mengurangi penggunaan botol dan sedotan plastik,” imbaunya.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi timbulan sampah dari sumbernya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terus meningkat. Ini bukan hanya soal aturan, tapi tentang masa depan lingkungan kita bersama,” pungkas Debby. (*)

















