Dinas Kesehatan dan TP PKK Basel Integrasikan Posyandu melalui 6 SPM
SEKILASINDONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) bersama Tim Penggerak (TP) PKK terus mendorong transformasi Posyandu menjadi pusat layanan terpadu berbasis masyarakat.
Upaya ini dilakukan dengan mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) lintas sektor, agar layanan dasar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, dalam kegiatan advokasi Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten di Toboali, Kamis (16/4/2026).
“Posyandu tidak lagi hanya fokus pada layanan kesehatan dasar. Ke depan, Posyandu harus menjadi pusat layanan terpadu di tingkat desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, enam bidang SPM yang diintegrasikan meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Menurut Agus, integrasi ini menjadi kunci dalam mendekatkan layanan pemerintah langsung ke masyarakat, khususnya di desa dan kelurahan.
“Dengan integrasi enam SPM, Posyandu diharapkan menjadi simpul layanan dasar yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih luas,” katanya.
Selain itu, penguatan kelembagaan melalui kelompok kerja operasional (Pokjanal) Posyandu juga dinilai penting guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.
Berdasarkan data DKPPKB Bangka Selatan hingga Februari 2026, terdapat 122 Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah dengan total 712 kader. Dari jumlah tersebut, sebanyak 700 kader telah mengikuti pelatihan dengan berbagai tingkatan kompetensi.

















