“Banyak dari pihak pembinaan lapas itu yang pengen kerja di sini. Tapi disortir lagi oleh lapas itu sendiri, dari attitude-nya, dari kelayakan dia, mentalnya, dan segala macam, mereka bisa masuk secara ketat,” kata dia.
Selain seleksi kesehatan fisik dan mental, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Chef Kuming menyebut petugas lapas melakukan pengawasan intensif di dapur bahkan hingga malam hari.
“Pihak sipir empat (sampai) lima orang masih tetap standby di sini. Jagain di pintu depan, di pintu belakang, sama di jendela. Jadi insya Allah aman,” ujarnya.
Kolaborasi antara SPPG Babakan dan Lapas Kelas 1 Tangerang dalam program MBG ini diharapkan menjadi sarana pembinaan untuk warga binaan yang segera kembali ke masyarakat. Dengan demikian, manfaat program MBG dapat dirasakan semua lapisan masyarakat.
Herman Yakub.

















