“Edukasi langsung di pembangkit memberi gambaran nyata bahwa listrik yang mereka gunakan merupakan hasil kerja besar yang membutuhkan ketelitian. Kami berharap ini menumbuhkan kesadaran menggunakan energi secara bijak,” kata Wayan.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para siswa menanyakan cara kerja pembangkit hingga bagaimana listrik bisa sampai ke rumah mereka.
Tim PLN juga menjelaskan langkah perusahaan menjaga keandalan pasokan listrik di Bangka Belitung serta pentingnya inovasi energi rendah emisi.
Wali kelas 3 SDIT Qurani Adh Dhuhaa, Ustadzah Yasa, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman lapangan membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami siswa.
“Ketika mereka melihat sendiri prosesnya, pemahaman tentang sains dan teknologi menjadi lebih kuat dan relevan,” ujar Yasa.
PLN UPK Babel berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi energi di kalangan pelajar dan akan terus membuka program edukasi pembangkit sebagai upaya membangun kesadaran penggunaan energi yang bertanggung jawab.





















