Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Tambang Timah Ilegal di Perkebunan Kelapa Sawit GSBL

SN.COM|BANGKA BARAT – Aparat kepolisian Polres Bangka Barat menetapkan dua tersangka dalam kasus penambangan biji timah ilegal yang bekerja di kawasan Perkebunan Kelapa Sawit milik PT GSBL.

Kedua tersangka yakni, SU ( 25 ) warga Simpang Teritip dan RU (40) warga Kelapa. Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu set alat TI jenis upin ipin.

“Keduanya ditetapkan tersangka usai ditangkap pada Selasa 23 Januari 2023 kemarin, karena telah melakukan penambangan tanpa izin di Perkebunan milik PT GSBL Blok D 14 Desa Mayang, Simpang Teritip,” kata Kapolres Bangka Barat Ade Zamrah melalui Kasat Reskrim AKP Ecky Widi Prawira, Kamis (25/1/2024).

Ecky menjelaskan, pengungkapan kasus penambangan ilegal tersebut berawal dari adanya informasi bahwa di daerah perkebunan sawit milik PT GSBL tersebut ada aktivitas penambangan tanpa izin.

Mendapatkan informasi itu, anggota langsung menuju ke lokasi dan menemukan beberapa penambang yang sedang melakukan aktivitas tambang jenis user-user di Perkebunan PT GSBL.

Anggota juga sempat menanyakan izin kepada para penambang, namun penambang tidak dapat menunjukkan surat izin untuk bekerja tambang.

”Awalnya dari pihak Polres Bangka barat mengamankan sebanyak 5 orang, namun setelah dilakukan pemeriksaan sebanyak 1 orang pemilik dari mesin tersebut, setelah dilakukan himbauan 1 orang mengakui bahwa dia pemilik mesinnya, untuk saat ini Polres Bangka barat sudah menetapkan 2 orang pemilik mesin tersebut sebagai tersangka” ujarnya.

Menurut Ecky, bahwa pihak GSBL tidak pernah memberikan izin kepada para penambang untuk melakukan penambangan di areal HGU milik PT GSBL.

Selain itu, para penambang juga melakukan pertambangan di areal sawit yang usianya baru 2 tahun atau RE-Planting/penanaman kembali.

“Untuk saat ini diketahui bahwa pihak GSBL tidak pernah memberikan izin kepada penambang untuk melakukan penambangan di area HGU milik PT.GSBL” kata dia.

“Mereka juga melakukan penambangan di area sawit RE-Planting lokasi area sawit usia kurang lebih 2 tahun” pungkasnya.