Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Barat

Target Zero Stunting, Sarbudiono Ungkap Akar Masalah di Bangka Barat: Bukan Cuma Gizi

×

Target Zero Stunting, Sarbudiono Ungkap Akar Masalah di Bangka Barat: Bukan Cuma Gizi

Sebarkan artikel ini
Target Zero Stunting, Sarbudiono Ungkap Akar Masalah di Bangka Barat: Bukan Cuma Gizi
Sarbudiono

SEKILASINDONEWS.COM – Target ambisius zero stunting di Bangka Barat tak bisa dicapai hanya dengan memperbaiki asupan gizi. Di balik persoalan itu, tersimpan akar masalah yang jauh lebih kompleks, mulai dari kemiskinan, sanitasi, hingga pola asuh keluarga.

Kepala DP3AP2KB Bangka Barat, Sarbudiono, secara blak-blakan mengungkap fakta tersebut saat diwawancarai, Jumat (10/4/2026). Ia menegaskan, pendekatan yang selama ini terlalu fokus pada gizi kerap melupakan faktor-faktor krusial lain di lapangan.

“Stunting bukan hanya disebabkan oleh makanan. Lingkungan, sumber air bersih, kondisi tempat tinggal, hingga kesehatan ibu saat mengandung sangat berpengaruh,” tegas Sarbudiono.

Menurutnya, cara pandang yang hanya berfokus pada gizi kerap membuat akar persoalan lain terabaikan. Padahal, di lapangan, stunting berkaitan erat dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Ia mencontohkan, banyak keluarga yang sebenarnya memahami pentingnya gizi, namun tidak memiliki kemampuan untuk memenuhinya karena terbentur keterbatasan ekonomi.

Akibatnya, kebutuhan dasar anak, termasuk asupan gizi sering kali harus dikompromikan demi bertahan hidup.

“Ketika ekonomi tidak terpenuhi, sulit bagi keluarga menyediakan makanan bergizi. Bahkan untuk lingkungan hidup yang layak pun menjadi tantangan,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai mendorong pendekatan yang lebih komprehensif. Penanganan stunting tidak lagi hanya bertumpu pada sektor kesehatan, tetapi juga menyasar penguatan ekonomi keluarga.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong literasi keuangan masyarakat melalui program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bangka Belitung, seperti program GENTING yang digelar di Simpang Teritip.

Sarbudiono menilai, kemampuan mengelola keuangan menjadi faktor penting agar keluarga mampu memenuhi kebutuhan hidup secara lebih terencana, termasuk kebutuhan gizi anak.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional