Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Barat

Sarbudiono, S.Pd: Menjaga Anak dan Perempuan Bangka Barat di Tengah Keterbatasan

×

Sarbudiono, S.Pd: Menjaga Anak dan Perempuan Bangka Barat di Tengah Keterbatasan

Sebarkan artikel ini
Sarbudiono, S.Pd: Menjaga Anak dan Perempuan Bangka Barat di Tengah Keterbatasan

Sarbudiono: Menjaga Anak dan Perempuan Bangka Barat di Tengah Keterbatasan

SEKILASINDONEWS.COM – Di tengah keterbatasan anggaran, perlindungan anak dan perempuan di Bangka Barat tidak boleh berhenti. Bagi Kepala Dinas P3AP2KB Bangka Barat, Sarbudiono, keberpihakan kepada kelompok rentan bukan soal angka, melainkan komitmen yang tak bisa ditunda.

Pagi itu, di Kantor Dinas P3AP2KB Bangka Barat, pembahasan anggaran tak sekadar soal hitung-hitungan. Di balik angka, tersimpan cerita-cerita sunyi tentang anak dan perempuan yang membutuhkan perlindungan nyata dari negara.

Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Selasa (14/4/2026), menjadi ruang pertemuan antara kebijakan dan realitas. Di satu sisi, keterbatasan anggaran menjadi tantangan. Di sisi lain, ada tuntutan moral yang tak bisa dinegosiasikan.

Sarbudiono memilih sikap tegas: perlindungan tidak boleh menunggu.

“Kami memahami kondisi anggaran yang terbatas. Tetapi perlindungan anak dan perempuan bukan perkara yang bisa ditunda. Ini soal kemanusiaan dan keberpihakan,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, empat isu utama menjadi perhatian, yakni keterbatasan anggaran, optimalisasi penanganan kasus, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Namun di lapangan, persoalan jauh lebih kompleks. Kasus-kasus kekerasan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan faktor ekonomi, relasi sosial, hingga budaya diam yang masih mengakar di sebagian masyarakat.

Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak bisa sekadar administratif.

“Setiap laporan bukan hanya data. Itu adalah cerita tentang seseorang yang sedang membutuhkan perlindungan. Kita tidak bisa melihatnya hanya dari sisi administrasi,” ujar Sarbudiono.

Dinas P3AP2KB Bangka Barat membangun pendekatan yang menekankan dua hal utama: penanganan dan pemulihan. Penanganan berarti respons cepat terhadap kasus, sementara pemulihan merupakan proses panjang yang menentukan masa depan korban.

“Pendampingan psikologis, pemulihan trauma, hingga mengembalikan rasa percaya diri itu sangat penting. Kami tidak ingin korban hanya selesai di atas kertas, tapi benar-benar pulih,” katanya.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional