Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Selatan

Tokoh Masyarakat Sebut Peredaran Sabu di Bangka Selatan Kian Masif, Tangkapan Selalu Kecil

×

Tokoh Masyarakat Sebut Peredaran Sabu di Bangka Selatan Kian Masif, Tangkapan Selalu Kecil

Sebarkan artikel ini
Tokoh Masyarakat Sebut Peredaran Sabu di Bangka Selatan Kian Masif, Tangkapan Selalu Kecil
Foto: Ilustrasi

SEKIKASINDONEWS.COM – Peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kini disebut sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.

Tak lagi tersembunyi, peredaran sabu bahkan diklaim telah masuk hingga ke plosok desa, dijual dengan harga murah, dan menyasar semua lapisan masyarakat, mulai dari pekerja hingga anak muda.

Ironisnya, di tengah kondisi yang kian darurat itu, hasil penindakan aparat justru dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Tokoh masyarakat Desa Kaposang, Matoridi, secara terbuka menyuarakan kegelisahan tersebut. Ia menilai, meski peredaran sabu semakin masif, tangkapan yang dilakukan aparat selama ini justru terkesan “kecil”.

“Miris. Peredaran narkoba di Bangka Selatan ini sudah jadi rahasia umum, bahkan sampai ke desa-desa. Tapi setiap ada penindakan, yang tertangkap selalu kecil,” tegas Matoridi.

Menurut Matoridi, kondisi saat ini jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan beberapa tahun lalu. Peredaran sabu tidak lagi terbatas di wilayah tertentu, melainkan sudah menyebar luas.

Bahkan, harga sabu disebut semakin terjangkau. Situasi ini, kata dia, membuat narkoba semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

“Ada paket sabu yang dijual sekitar Rp50 ribu, itu bisa untuk dipakai tiga kali hisap. Ini yang bikin peredarannya makin cepat dan luas,” ungkapnya.

Lebih jauh, Matoridi menyebut bahwa Bangka Selatan kini bukan lagi sekadar jalur lintas peredaran narkoba, melainkan telah menjadi target pasar.

Hal ini, menurutnya, harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama aparat penegak hukum.

“Informasi yang kami dapat, Bangka Selatan ini sudah jadi gudang. Target pasar. Karena pemakainya banyak dan menyentuh semua lapisan,” ujarnya.

Matoridi juga mengungkapkan bahwa jaringan peredaran narkoba saat ini semakin rapi dan sulit terdeteksi.

Sistem yang digunakan disebut terputus antara penjual dan pembeli, sehingga menyulitkan pengungkapan jaringan besar.

Dalam pola ini, kurir atau peluncur (PL) hanya bertugas menaruh barang di lokasi yang sudah ditentukan.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional